PELAYANAN PENDIDIKAN
PENDIDIKAN sangat berperan
penting untuk meningkatkan peradaban dan meningkatkan kualitas SDM serta
meningkatkan kecerdasan, meningkatkan potensi-potensi siswa didik, serta
membentuk perilaku yang baik di masyarakat.
Ada dua jenis pendidikan yang dikenal di Indonesia, yaitu pendidikan formal (TK, SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi /Universitas) dan pendidikan non formal (seperti Bimbingan Belajar, kursus, les Bahasa Inggris/TOEFL, maupun kegiatan beladiri). Pendidikan formal wilayah pedalaman Papua sejauh ini belum memiliki Pendidikan yang berbasis kearifan lokal sehingga banyak Pendidikan standar nasional yang belum mampu menyesuaikan dengan keadaan lokal di Papua. Salah satunya Pendidikan gratis bagi fakir miskin di pelosok Papua.
Pendidikan dan panti
asuhan gratis bagi fakir miskin di pelosok Papua merupakan kebutuhan yang
paling mendesak. Pendidikan gratis bagi siswa dan siswi fakir miskin dari
pelosok Papua sangat diharapkan oleh kelompok ini. Pendidikan yang memiliki
tempat tiggal bagi siswa-siswi ini belum tersedia secara gratis. Ada sekitar
tiga sekolah yang memiliki panti asuhan (asrama) tetapi berbayar. Hanya satu
Lembaga dari Lembaga agama katolik terletak di Sentani Jayapura yang gratis tetapi
daya tampung yang terbatas. Kurikulum di beberapa sekolah di Papua baik yang
ada di kota maupun yang ada di pedalaman hanya mengunakan kurikulum standar
nasional yang tidak disesuaikan dengan budaya setempat. Hasilnya banyak siswa
dan siswi Papua yang lambat menerima pelajaran standar nasional yang kaku. Hasilnya
banyak siswa-siswi Papua terutama yang berasal dari keluarga fakir miskin di
pelosok Papua yang belum mampu melajutkan Pendidikan. Selain itu baik siswa dan
siswi yang miskin maupun yang tidak juga belum mampu bersaing dengan siswa/i
luar Papua dalam masuk Pendidikan lanjutan baik tes masuk maupun akademik dalam
proses belajar dan mengajar. Solusinya harus memiliki Lembaga Pendidikan yang
memiliki kurikulum Pendidikan standar nasional yang sudah disesuaikan dengan kearifan
lokal dan bertaraf internasional bagi semua masrakat Papua terutama bagi kaum
fakir msikin dari pelosok Papua.
Beberapa Program Kerja
Yayasan adalah sebagai Berikut:
Tabel 1. Uraian Program Kerja
Bingkai Jendela Pendidikan:
|
NO. |
URAIAN |
|||
|
1.1 BIDANG
PENDIDIKAN |
||||
|
NO |
MASALAH |
KEGIATAN
SOLUSI |
||
|
PEMBANGUNAN
FISIK SEBAGAI ASET YAYASAN BAGI FAKIR MISKIN SEBAGAI KEGIATAN JANGKA PANJANG |
||||
|
|
Tidak
Tersedia Sekolah dan Asrama GRATIS bagi siswa dan siswi dari Kaum Fakir
Miskin di Pelosok Papua. |
Pembangunan
Sekolah dan Asrama GRATIS bagi siswa dan siswi dari Kaum Fakir Miskin di
Pelosok Papua. |
||
|
PENGUATAN
SISTEM PENDIDIKAN YANG ADA BAGI KAUM FAKIR MISKIN |
||||
|
1.1.1 JANGKA
PENDEK |
||||
|
NO |
MASALAH |
SOLUSI |
||
|
a |
Kekosongan
Guru dan Kelangkaan Buku Pelajaran |
a.
Pelatihan Guru Virtual: Cara
Mengoperasikan, Latihan Penyesuaian Kearifan Lokal dan Cara Membuat Laporan b.
Penempatan Guru Virtual dengan Cara
Pembagian Video Ajar Tingkat: a)
PAUD/TK b)
SD c)
SLTP d)
SMA dan SMK |
||
|
b |
Manajemen
dan Amnistrasi Pendidikan Dalam Dana
Bantuan dan Dana BNATUAN OPERASIONAL SEKOLAH dari Kemdikbud RI tetapi Gedung Sekolah Operasional sekolah
memprihatinkan |
1)
Pelatihan Manajemen dan Administrasi
Pendidikan Para Kepala Sekolah 2)
Penyediaan Form Pengawasan Dari Dinas
Pendidikan |
||
|
C |
Kekurangan Peserta
Beasiswa Diakibatkan kurang informasi dan kemampuan siswa. |
Pengurusan Pendaftaran Beasiswa kuliah
Bagi Siawa dan Siswi Lulusan SMU dan
SMK Tahun 2020 |
||
|
d |
Tidak ada
Sertifikat TOEFL ITP |
Pengadaan Test TOEFL ITP |
||
|
1.1.2 JANGKA MENENGAH |
||||
|
NO |
MASALAH |
SOLUSI |
||
|
a |
Masalah Jangka Pendek |
Melakukan
Solusi Jangka Pendek |
||
|
b |
1. Siswa dan
Siswi Lulusan dari Sekolah Pelosok Papua Tidak Mampu Menjawab Soal Tes Masuk
Beasiswa dan Perguruan Tinggi (PT) Favorit
2. Banyak
Lulusan S1 yang Mengangur di Pelosok Papua yang kesulitan Bahasa Inggris
dalam melanjutkan Pendidikan dengan Besiswa |
1. Bimbingan
Belajar Virtual Tentang Cara Cepat Menjawab soal Test Masuk Beasiswa dan PT 2. Bimbingan
Belajar Virtual Tentang Cara Cepat Menjawab soal Test Bahasa Inggris TOEFL
dan IELTS 3. Mendatangkan
Tenaga Pengajar Asing Untuk Kursus Bahasa Inggris Secara Masif. 4. Mengadakan
Kursus Intensive Bahasa Inggris secara Masif |
||
|
C |
Siswa dan
Siswi Lulusan dari Sekolah di Papuai Tidak Mampu Bersaing Secara Nilai
Akademik Dengan Siswa Dari Luar Papua |
1. Pelatihan
Peningkatan Adaptasi Antar Budaya metode I’M FINE 2. Pelatihan
Peningkatan Kapasitas Belajar |
||
|
1.1.3 JANGKA
PANJANG |
||||
|
No |
MASALAH |
SOLUSI |
||
|
a |
Masalah
Jangka Pendek |
Melakukan
Solusi Jangka Pendek |
||
|
b |
(Sesuai
Kolom Pertama) Tidak Ada
Lembaga Pendidikan GRATIS bagi Kaum Fakir Miskin yang Mengunakan Kurikulum
Penyesuaian Kearifan lokal dari Standar Nasional, dan bertaraf Internasional
bagi utusan Papua. |
Mendirikan Sekolah GRATIS bagi siswa Kurang Mampu
dengan BERBASIS KEARIFAN LOKAL, BERSTANDAR NASIONAL DAN BERTARAF
INTERNASIONAL PERTAMA DI PAPUA. Sekolah ini
dilengkapi dengan Asrama, Siswa Mengunakan Seragam Khusus, Pendekatan
Disiplin Semi militer, Tenaga Pengajar Asing dan Indonesia yang dilatih
terlebih dahulu Kearifan Lokal Papua. Uraian Lengkap sudah diuraikan di luar
tabel ini |
||
URAIAN
JENDELA INTERNASIONAL SCHOOL
I.
KEADAAN SEKOLAH
Sekolah
dikembangkan bertahap, Tahap Pertama Tingkat Sekolah Menegah Atas (SMA) Internasional
dengan Sebutan JENDELA INTERNASIONAL SENIOR HIGH SCHOOL berpatokan pada prinsip BERBASIS KEARIFAN LOKAL, BERSTANDAR
NASIONAL DAN BERTARAF INTERNASIONAL dan tahap berikut SMP, SD dan TK/PAUD.
Pembangunan JENDELA
INTERNASIONAL SENIOR HIGH SCHOOL akan dikembangkan seperti:
1. Fasilitas
Fasilitas yang akan
dikembangkan berupa: Asrama Putra, Asrama Putri, Gedung Sekolah, Laboratorium,
Perpustakaan, Aula/Gedung Olah Raga, Taman, Lapangan Olahraga/Upacara dan
poliklinik.
2. Kurikulum
Standar Nasional yang
disesuaikan dengan kearifan lokal dan bertaraf internasional baik kulikuler
maupun ekstrakulikuler. Kulikuler sesuai standar kurikulum. Ekstrakulikuler
berupa Bela Diri, TOEFL/IELTS, Bola Voli, Futsal, Sekolah Vokal dan Musik Beat
serta Basket.
3. Tenaga Pengajar
a. Tenaga pengajar terdiri
dari Guru Lulusan dari universitas terakreditasi dan diberikan pelatihan
penyesuaian mengajar sesuai kearifan lokal serta memiliki kemampuan Bahasa
Inggris.
b. Tenaga Guru Asing (yang
memiliki kemampuan Bahasa Indonesia)
4. Kegiatan Belajar Mengajar
(KBM)
a. KBM disesuaikan dengan
kearifan lokal dan kemampuan siswa.
b. Mengunakan kelas indoor
dan atau kelas outdor sesuai topik pembelajaran.
5. Kehidupan Kompleks Sekolah
a. Semua Guru dan Siswa serta
tamu wajib mengunakan Bahasa Inggris, jika mengunakan Bahasa Indonesia denda
seribu rupiah satu kalimat.
b. Memiliki Seragam Kedinasan
Seperti IPDN dan wajib mengunakan sesuai jadwal
c. Memiliki interaksi soasial
sesuai semi militer (Junior Menghormati Senior dan Guru)
d. Siswa Wajib mengikuti KBM
dan ekstrakulikuler TOEFL dan IELTS untuk persiapan Bahasa Inggris untuk
Beasiswa Kuliah baik dalam maupun Luar
Negeri.
e. Siswa diharapkan menginap
di Asrama tetapi boleh juga pulang pergi dari rumah jika bisa menjamin
kehadiran tepat waktu sekolah.
II. SUMBER DAYA
JENDELA INTERNASIONAL SCHOOL
PAPUA memiliki Sumber Daya seperti :
a) Sumber Dana
1) Hasil Sumbangan Yayasan ‘
2) Para Donatur Budiman
3) Bantuan Operasional Sekolah (Dana BOS)
4) Bantuan Pemerintah

Komentar
Posting Komentar